TRANSFORMASI PENDIDIKAN
Oleh : Muiz Khariry

By MINUHASA 04 Mei 2021, 11:01:17 WIB ARTIKEL
TRANSFORMASI PENDIDIKAN

TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Kita tau bahwa teknologi terbaru nyatanya telah berhasil membantu paramedis dalam menolong ribuan bahkan jutaan orang. Peralatan canggih, komputerisasi dan gadget menjadi bukti bahwa teknologi dapat membawa manfaat dalam mempercepat proses pelayanan kesehatan. Kini akses kesehatan juga menjadi semakin mudah untuk dijangkau dengan adanya kader-kader di tiap desa hingga lingkungan terkecil sekalipun. Tidak dapat dipungkiri, dunia kesehatan telah berkembang begitu pesat sejak 10 tahun terakhir ini. Di lain sisi, transportasi juga menunjukkan adanya kemajuan perubahan yang drastis. Sistem pelayanan dan ticketing transportasi umum semua telah terintegrasi dalam satu aplikasi berbasis online, tanpa mengantri dan tidak perlu menunggu jam loket buka karena membeli tiket dapat dilakukan dimanapun, kapanpun. Tol laut pun berhasil menjadi solusi percepatan transportasi air yang mampu memangkas biaya ini-itu. Belum lagi mobil-mobil yang dilengkapi dengan sistem keamanan tingkat tinggi untuk mengurangi risiko kecelakaan. Ruas-ruas jalan terbentang luas menghubungkan antar kota, antar provinsi bahkan antar pulau-pulau di Indonesia. Semuanya menjadi mudah dijangkau baik melalui darat, laut maupun udara.

Lalu bagaimana dengan dunia pendidikan 10 tahun terakhir ini? Jika terlalu jauh mengingat-ingat, bagaimana dengan 5 atau 3 tahun terakhir ini? Sadarkah kita bahwa pendidikan hari ini “terpaksa” melakukan transformasi dengan adanya pandemi. Jika tidak, mungkin pendidikan masih tetap begitu-begitu saja, 3 atau 5 tahun mendatang, bahkan 10 tahun ke depan. Tidak perlulah kita membandingkan pendidikan di Indonesia dengan negara-negara lain, cukup saja menengok ke belakang, adakah perubahan baik pada dunia pendidikan di Indonesia? Jawabannya tentu ada! Semisal saja kabar baik dari pendemi ini, pendidikan sudah tidak lagi menujukkan sisi eksklusivitas karena sudah mulai bergaul dan melakukan kolaborasi dengan teknologi.

Pembelajaran secara daring saat ini menjadi sesuatu yang biasa bagi masyarakat umum. Ini merupakan pergerakan yang positif, tetapi tidak cukup hanya itu saja, karena mengingat sistem belajar konvensional harusnya tidak lagi digunakan jika sudah resmi tatap muka karena akan menjadi momok bagi generasi yang terbiasa bergerak bebas, melakukan eksplorasi, do something, menyampaikan apapun yang kurang sesuai dengan pendapatnya yang tentunya hal ini bertolak belakang dengan iklim sekolah “guru presentasi, jangan diinterupsi”. Tren positif ini seyogyanya berkesinambungan dan dilestarikan meskipun pandemi telah usai, agar Pendidikan di Indonesia tidak lagi dicap udik, kampungan atau ketinggalan jaman.

Pada akhirnya, ketika dunia kesehatan mampu memecahkan persoalan temuan virus baru, mestinya dunia pendidikan juga mampu menyelesaikan persoalan tentang merosotnya kualitas cendekia. Budaya semrawut yang melekat lama di trasportasi kereta api pun terbukti mampu diubah menjadi budaya baru yang lebih nyaman dan aman. Tidak ada lagi pengamen, pedagang asongan bahkan penumpang yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Melihat hal ini, pastinya dunia pendidikan juga mampu melakukan perubahan budaya ruwet yang ada. Tentu akan sangat membanggakan melihat siswa yang berhasil menemukan potensi terbaiknya di tengah-tengah proses mengenyam pendidikan, atau, pasti menyenangkan melihat Lembaga Pendidikan yang betul-betul telaten mengawal proses anak-anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi unggul, yang tidak hanya berfokus pada citra masyarakat untuk meraup followers sebanyak-banyaknya. Jika belum mampu melakukan perubahan dengan kesadaran, maka bisa diawali dengan keterpaksaan. Itu artinya, yah ayo! terpaksa harus dimulai dari diri kita, semuanya, serentak bergerak, wujudkan merdeka belajar. Mau kan?

 

MINUHASA l Diberkahi - Dibanggakan - Dibutuhkan




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment