EVALUASI PEMBELAJARAN DARING MINUHASA MIJI
24 Juli 2020

By MINUHASA 24 Jul 2020, 08:57:21 WIB ARTIKEL
EVALUASI PEMBELAJARAN DARING MINUHASA MIJI

Sebenarnya ini bukan bulan akhir untuk suatu periode pendidikan di seluruh sekolah atau perguruan tinggi Indonesia. Namun, pada bulan lalu, tepatnya pertengahan Maret, sejumlah kepala daerah telah mengeluarkan kebijakan penutupan sekolah dan menerapkan pembelajaran daring atau jarak jauh.

Hal itu dilakukan agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kebijakan penutupan tersebut sebagai respons terhadap kebijakan dan imbauan pemerintah untuk melakukan social distance (jaga jarak).

Sistem pembelajaran daring atau jarak jauh memang belum sempurna mengingat belum ada acuan atau kurikulum yang menjadi tolok ukur guru dalam mengajar jarak jauh dan juga tidak seefektif sistem tatap muka. 

Apalagi ditambah dengan situasi darurat seperti saat ini. Banyak yang harus disiapkan dengan baik agar proses pembelajaran bisa berjalan dengan optimal. Misalnya, infrastruktur seperti jaringan internet yang memadai.

Pada sistem pembelajaran daring, rasanya tak cukup jika hanya menyiapkan infrastruktur jaringan internet dan platform aplikasi saja. Ada tuntutan yang jauh lebih penting dari itu, yaitu kesiapan pendidik atau guru dan para pelajar. Sebab tidak ada gunanya infrastruktur dan fasilitas baik jika para pengguna seperti guru dan pelajar tidak siap menjalankannya.

Dalam menyiapkan sumber daya manusia yang disiplin tinggi, maka perlu pemerintah melalui Kemendikbud melakukan sosialisasi secara masif, terstruktur, dan sistematis. Dengan dilakukannya penyediaan dan penyebaran media-media seperti video tentang menyampaikan materi, video pembuatan karya seni atau petunjuk penggunaan aplikasi yang tersedia dan sesuai kebutuhan.

Menumbuhkan sikap disiplin di situasi darurat Coronavirus disease (Covid-19) seperti ini tidaklah mudah. Butuh kerja sama semua pihak. Dalam hal ini, lagi-lagi pemerintah harus bertanggung jawab untuk memberikan edukasi kepada semua civitas akademika dan para orang tua untuk bekerja sama agar terus bersikap disiplin dan lebih independen dalam belajar. 

Karena seyogianya Pembelajaran daring harus inspiratif dan kreatif yang mana para pelajar tidak terbebani dan pengajar memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Setiap pelajar dalam melaksanakan tugas maupun aktivitas pembelajaran mendapatkan kesan positif dan umpan balik yang mengembangkan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Tanpa menjadikan faktor accessibility dan reachability terhadap media pembelajaran maupun internet, pendidik mampu menjadikan dua faktor itu menjadi kekuatan capaian pembelajaran melebihi tatap muka. 

Pendidikan harus disampaikan hingga anak-anak paham, senantiasa ada bimbingan dan arahan, selanjutnya ada umpan balik sehingga bukan hanya materi selesai atau PR selesai tetapi anak didik memiliki wawasan, berkarakter, cerdas, dan cakap.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

Write a comment

Ada 2 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment